Aku berdiri berhadapan dengan seseorang yang sangat fenomenal
bagiku. Dia sangat gagah, imut, manis, mancung, tinggi, pokoknya sempurna deh.
Dia adalah “Zayn Malik”. Yap dia adalah zayn malik, seseorang yang sangat aku
idolakan sejak aku masih duduk di bangku kelas 1 smp. Lama-kelamaan wajahku
semakin mendekat dengan zayn malik. Aku menutup mataku, dan menggenggam erat
pakaian yang ku pakai. Jantungku berdetak kencang seperti gendrang mau perang,
darah ku mangalir dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tapi takdir berkata
lain. Kring... Kring.., (alarm berbunyi) Bruk.. aku terjatuh ke bawah lantai “Aw”
rintihku. Aku melihat sekelilingku, ternyata itu semua hanya mimpi. Huft..
kenapa itu semua hanya mimpi kenapa tidak benaran saja . Aku pun meneteskan air
mata, “Sudahlah tami itu hanya mimpi, jangan sedih dia hanya idolamu, dia bukan
seseorang yang harus kau tangisi.” kataku. Aku menghapus air mataku, dan bangun
dari tempat aku duduk tadi. Aku langsung mengambil handuk berwarna biru di
dekat tangga. Aku pun menuruni tangga dengan hati-hati dan mata yang sedikit
terbuka. Ku lihat ibuku sedang shalat berjamaah dengan ayahku. Aku pun membuka
pintu kamar mandi, ku nyalakan lampu kamar mandi dan ku nyalakan air kamar
mandi. Kemudian ku sirim tubuhku dengan air yang secara perlahan. Setelah
selesai mandi aku pun langsung mengambil air wudhu. Aku pun mengambil muknah
yang berada di ruang shalat. Setelah aku selesai shalat, aku lalu berdoa kepada tuhan agar suatu saat nanti aku bias bertemu dengan Zayn malik.
Setelah shalat aku kembali ke kamar
ku untuk memakai baju, merapikan kamar tidur,dan membereskan buku yang akan ku
bawa nanti ke sekolah. Hufhh.. akhirnya selesai juga tugas ku pagi ini. Aku pun
langsung mengambil handphone yang masih di cas di bawah tempat belajar ku.aku
langsung mencari aplikasi yang bernama “TWITTER”. Aku pun langsung masuk dengan
nama Reymandhaprilia, kata sandi: ******* tak lama kemudian muncul beranda yang
berisi status dari seluruh followingku. Aku terkejut melihat nama sang
“@zaynmalik”. Aku pun langsung mengirim permintaan kepada zayn malik sebanyak
200 kali, yang berisi agar zayn malik mau follow back dan mau mengucapkan
selamat ulang tahun kepadaku. 10 menit, 30 menit, 1 jam, 1jam setengah telah
terlewati namun tak ada balasan darinya, karena hari semakin siang aku langsung
off dari twitter. “Pak ayo berangkat, nanti telat”, kataku “iya, tunggu
sebentar” jawab bapak, “eee... cepetan nanti telat” jawabku. Kemudian aku pun
berangkat menggunakan motor megapro berwarna hitam.
Sampai di depan sekolah, ku lihat 2
orang laki-laki yang sangat fenomenal bagiku dia adalah Pak Zul dan Pak Gusdek
sedang berbincang-bincang. Aku mencium kedua tangan orang tersebut dan pergi
meninggalkan mereka. Sesampai di kelas ku lihat semua orang sedang asyik
bergosip, “Assalamualaikum” kataku, tak ada yang membalas salamku, mungkin
karena sangat ribut jadi tidak ada yang mendengar salamku. Aku meletakkan tasku
di tempat biasa aku menyendiri. “Pep, ada pr?” kataku, Pepi hanya menggelengkan
kepala tanpa menoleh sedikit pun. Kutanyakan kembali kepada Mbak War dan
jawabannya pun sama dengan pepi hanya menggelengkan kepala. Kutanyakan kepada
Echa, Putri, Gina, Pipin, Essy, Dayu, dan Eka tapi hasilnya sama saja hanya
menggeleng. Aku pun kembali kepada tempat duduk ku. Aku berfikir, kenapa semua
orang hari ini tidak ada yang ingin berbicara denganku? Apakah mereka semua
puasa berbicara? Tapi tadi mereka asyik bergosip membicarakan artis idola
mereka. Aneh, ini memang hari yang sangat aneh, kenapa semua orang yang ku sapa
hari ini tidak ada yang ingin berbicara dengan ku? Ada apa dengan semua orang? Atau
permasalahan itu ada padaku sendiri? Tapi apa salahku? Semuanya terasa begitu
rumit. Galau, itulah persaan yang ku rasakan saat ini. Aku pingin pulang,
pulang, dan pulang. Aku tidak betah dengan situasi di kelas ku saat ini.
Hufthhhhh… sudahlah pasrah saja.
Akhirnya bel pulang pun berbunyi, ku
lihat teman-temanku sedang mengumpulkan uang dan menunjuk Putri, Dayu, Laras,
dan Tatha untuk pergi ke suatu tempat. Aku pergi duduk di teras sambil merenung
memikirkan mipiku semalam. Andai saja mimpi itu benar pasti aku senang sekali.
Huffttt aku lelah menunggu Zayn malik untuk datang ke Indonesia. Kapan aku bisa
bertemu dengan idolaku? Ya allah, aku lelah dengan semua ini, andai saja Zayn
malik mau datang ke Indonesia. Tiba-tiba datang seorang temanku yang cantik
“Darrr.. na ngapain ayo.. menghayal saja.. ntar kesambet setan baru tau rasa,
lagi ngelamunin siapa ayo?” kata Indah “Hahahahaha.. lagi ngelamunin pacar
saya” jawabku sambil tersenyum “Hahahaha… pasti Zayn malik dah ni.. udah saya
duga..ehhh pulang ayo.. anak kelas lain udah pulang..” ajak indah “Ayo”
jawabku. Lalu Aku pun beranjak dari
tempat duduk ku dan berjalan pulang bersama Indah. Di sepanjang jalan menuju
pintu gerbang, aku berbincang-bincang
bersama Indah membicarakan Zayn malik
dan Justin bieber. Indah adalah salah satu belibers yang aku kenal. Ia sangat
fanatik dengan Justin bieber, yap dia sama denganku, tapi aku adalah seorang
Zaynster.
Sampai di depan gerbang sekolah,
aku melihat dua orang temanku yang sedang asyik berbicara, namun temanku yang
satu ini berlari kemana mungkin karena melihat wajahku. Ada apa dengan dia?
Kenapa dia lari ketika melihatku? Hufthh.. lupakan saja, aku lalu menyapa Pepi
temanku “Pepi!!!” teriakku “eh ada Tami, kamu belom pulang Tam?” Tanya Pepi
“Seperti apa yang kamu lihat, saya belom pulang, saya masih nungguin ayahanda
Rubiyanto, M.pd tercinta” kataku sambil tersenyum “Iya Reymandha Aprilia Hutami
cantiksss, anaknya ROMA.” Kata Pepi sambil tersenyum “Makasi Febia Arien
Lestari anaknya pak Sinar” kataku sambil menjulurkan lidahku. Akhirnya semua
teman-temanku yang melihat kejadian tersebut menertawakan kami berdua. “ Eh Tam,
sini saya bawaiin tasmu, kasian kamu keberatan” kata Pepi “Aeslah Pepi, tumben
baik sama Tami” kata Indah “Arooo paling ada maunya Pepi ini” kataku curiga
“Mau, mau, ndak, ndak ni” kata Pepi “Ya sudah kalau emang kamu maksa, ni tas
saya, awas rusak, harga diri saya ni” kataku sambil menunjuk kearah tas ku,
pepi dan indah pun menggelengkan kepalaku. Saat aku berdiri dan menghadap
kebelakang tanpa disadari 3 telur mendarat di atas kepalaku. Ku sekelilingku yang
berlumurkan telur aromanya sangat tidak enak, bau, ekek, dan arghhhh sangat
menjijikan “Iuhhhhhhh!!” kata gina “Ya allah, kenapa kalian giniin saya, apa
salah saya kalian giniin ?” Tanya ku sambil meneteskan air mata “Kamu lupa ya,
hari ini kan kamu ulang tahun Tami. Masa kamu lupa sama ulang tahunmu sendiri”
jawab Gina “Emang sekarang tanggal berapa?” Tanya ku kembali sambil menghapus
air mataku “Tanggal 6 april 2010, Tami sayang” kata Dayu, “Oya saya lupa euy”
kataku sambil tertawa, kemudian indah menarik tanganku ke pinggir jalan raya “Sini
saya ingetin” kata Indah sambil menarik tangan ku, tiba-tiba tanpa ku sadari
Indah melemparkan jus avocad ke arahku. Hufftthhh.. sial nasibku hari ini.
Bermacam-macam makanan dan minuman yang di lemparkan kepadaku. Ku lihat
sekelilingku semuanya berbau amis. Iuhh rasanya aku ingin mengganti bajuku, teman-temanku
tak ada yang berani mendekat kepadaku karena kondisiku yang penuh dengan
campuran telur, jus avocad, tepung, tanah, air minum dan sebagainya. Ku lihat
Dayu sedang asyik berbincang dengan Putri, aku pun berjalan pelan menuju
keduanya, aku langsung memeluk Putri dan kemudian dia berteriak
sekencang-kencangnya agar aku melepaskan, dan tak sia-sia usahanya untuk teriak
aku pun melepaskan pelukan ku dan pergi berlari menuju Gina, sama dengan Putri,
Gina pun juga berteriak agar aku tak mendekatinya. Setelah semuanya terkena
dengan campuran, tepung, telur dan lain-lain yang melengket dibajuku, aku pun
pulang bersama bapaku. Di jalan aku pun banyak di tertawakan oleh orang-orang
yang melihatku. Aku tak memperdulikannya.
Sampai
di rumah aku langsung mandi dan solat. Aku mandi tak sendiri aku di temani oleh
ibuku. Selesai mandi aku langsung membuka twitter aku pun langsung mengupdate
tweets hari ini “Ulang tahun yang terlupakan” setelah itu aku langsung membuka
replies yang berisi mention orang-orang yang mengucapkan selamat ulang tahun
kepada ku. Kubalas mention-mention teman-temanku yang mengucapkan ulang tahun
kepadaku. Mataku tertuju kepada nama twitter orang yang selama ini kukagumi
yap, dia adalah ZAYN MALIK, dia mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku, aku
terdiam sejenak, aku tak bisa mengucapkan apa-apa, aku pun langsung
berterimaksaih kepadanya atas mau mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku,
setelah itu aku pun kemudian ku buka profil @zaynmalik ku lihat tulisan yang
tertera disana “kamu dan dia sekarang sama-sama mengikuti”. Aku tidak percaya
dengan semua ini, aku pun lalu berteriak sekencang-kencangnya “Zayn malik
follow back gue donk”. Aku pun langsung menulis tweets ku “@zaynmalik follow
back gue donk” aku pun tak menyangka karena zayn malik mau ngefollowback aku followers
ku yang semula 220 menjadi 1689. Aku senang sekali hari ini, yahh walaupun agak
sedikit kesal tapi hari ini adalah hari yang paling indah.
1 komentar:
Ini cerita beneran ? Ini fakta ?? Aaaa mau jg dong
Posting Komentar