hey guyss.. ini cerpen tokohnya itu idola gue namanya Kevin Lukas sma Rizky Nazar. Ini cerpen kata-katanya ada yang di contek dari sebelah hehehehe... jadi kalau ada persamaan kata atau salah kata mohon di maklumin yaa.. langsung aja di baca.... Cekidot cekidot cekidot
Kevin menatap kosong ke arah
buku tulisnya. Diliriknya Jasmine di bangku seberangnya.
“Jasmine,” Ucap Rizky. Jasmine dengan segera pun menengok,
dan tersenyum menyambut sapaan Rizky.
“Jasmine ?” giliran Kevin yg menyapa, namun Jasmine tidak menoleh sedikit pun.
Kelvin
kembali menatap buku tulisnya, kini dia mencoret-coret bukunya dengan pulpennya.
“Jasmine, Lo harus tau gue
sayang sama lo!” Ujar Kevin dalam
hatinya.
“KEVIN LUKAS, bisakah kau serius
sedikit? Konsentrasilah!” tegur Bu
Zaitun. Kevin pun menundukkan kepala dan mengerjakan tugas bhs. Inggris yg diberikan
oleh Bu Zaitun. Dan akhirnya bel keluar main pun berbunyi. Semua anak
keluar untuk keperluan masing-masing termasuk Kevin.
Kevin melangkah pelan menyusuri
koridor. Dilihatnya, sosok Rizky sedang asik berbincang-bincang degan seorang gadis. Siapa
gadis itu? Dia bukan Jasmine. Melainkan Flo. Tapi, mengapa Rizky mendekati Jasmine, jika ia sudah
memiliki Flo? Tanya Kevin dalam hati Sambil
berlalu.
Kevin
memutuskan kembali ke kelas, hingga bel tanda masuk
kelas berbunyi. Ingin menyapa Jasmine. Berat rasanya bagi Kevin. Kevin pun
akhirnya hanya bisa diam seribu bahasa, sambil duduk disamping bangku Jasmine. Jasmine yang sedang asik membaca novelnya pun hanya melengos mendapati kehadiran Kevin disampingnya. Kevin mulai berpikiran untuk
menyatakan perasaannya pada Jasmine. Namun Kevin seorang
penakut. Jadi yg ia lakukan hanya bisa
diam membisu.
“Udah masuk
belum, Kev?”
tanya Jasmine membuka pembicaran.
“Udah.. kok mine” Jawab Kevin
“Oiya, Thel....” kata Kevin lagi
“Apa?” tanya Jasmine memberhentikan membaca
novel, dan menoleh ke Kevin.
“Lo suka sama Rizky ya?” tanya Kevin
“Emang kenapa? Kok lo nanya
gitu” Jasmine balik tanya
“Nggak, gue Cuma
mau bilang kalo sebaiknya lo gausah deket-deket dia lagi deh.” Tutur Kevin
“Gue deket sama
siapa itu bukan urusan lo!” kata Jasmine
kembali asik
dengan novelnya
“Tapi dia
Playboy!” ujar Kevin, membuat Jasmine semakin ilfeel.
“Oiya?
Wow!” kata Jasmine sambil pergi meninggalkan Kevin.
Jam pelajaran kosong! Yepp, dimanfaatkan sebagian murid kelas XI-IPA 2 untuk sekedar smsan,
atau bercanda. Tak diduga, Rizky maju ke depan kelas. Sambil membawa satu kotak coklat yang dibungkus
wadah plastik berbentuk hati.
“Guys! Gue mau
nembak seorang cewek
dikelas ini.. Cewek
yang dapat sekotak coklat dari
gue berarti harus mau jadi pacar gue,” Ucap Rizky membuat tercengang gadis-gadis di kelas XI-IPA 2. Secara, Rizky bisa dibilang primadona
di sekolah. Cowok paling cool, ganteng,
tajir + pinter! Rizky pun berjalan perlahan mendekati bangku Jasmine. Sontak membuat gaduh
suasana, dan... Membuat hancur hati Kevin.
“Jasmine, Lo mau kan jadi cewe
gue?” kata Rizky tersenyum
kecil, menyerahkan sekotak coklat itu.
“Gue,...emmmm” Ujar Jasmine ragu. Jasmine sempat melirik sebentar ke arah Kevin yang bermuram durja, wajahnya lesu.
“Terima..Terimaa.. Terima” dukung satu kelas, gaduh
“Ia gue mau kok jadi pacar lo ky,” Kata Jasmine menerima sekotak coklat itu. Membuat senyum Rizky mengembang, dan secepat kilat, Rizky memelukJasmine.
Sungguh membuat air mata Kevin mengalir. Gadis yang ia suka dari ia kecil itu harus berpacaran dengan Rizky, playboy yang terkenal suka mainin cewek itu.
Kevin bangkit dari tempat duduknya sambil menghampiri bangku Jasmine, yg masih disambut euforia jadian RIZKY-JASMINE.
“Jasmine, Rizky.. Selamat ya.” Ujar Kevin menjabat tangan Rizky.
“makasih ya kev” kata Jasmine dan Rizky bebarengan.
“Gue,...emmmm” Ujar Jasmine ragu. Jasmine sempat melirik sebentar ke arah Kevin yang bermuram durja, wajahnya lesu.
“Terima..Terimaa.. Terima” dukung satu kelas, gaduh
“Ia gue mau kok jadi pacar lo ky,” Kata Jasmine menerima sekotak coklat itu. Membuat senyum Rizky mengembang, dan secepat kilat, Rizky memelukJasmine.
Sungguh membuat air mata Kevin mengalir. Gadis yang ia suka dari ia kecil itu harus berpacaran dengan Rizky, playboy yang terkenal suka mainin cewek itu.
Kevin bangkit dari tempat duduknya sambil menghampiri bangku Jasmine, yg masih disambut euforia jadian RIZKY-JASMINE.
“Jasmine, Rizky.. Selamat ya.” Ujar Kevin menjabat tangan Rizky.
“makasih ya kev” kata Jasmine dan Rizky bebarengan.
Kevin
menuruni Honda Jazz merahnya dan membukakan pintu
untuk mamanya. Kevin mengantar
mamanya ke Mall. Disusurinya deretan toko di dalam mall bersama mamanya.
Diliriknya seorang pira dan wanita didalam suatu cafe. Wajahnya tak asing dari
pandangan Kevin.
Diintipnya, dibalik pintu. Setelah mengintipnya, Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sesosok lelaki berambut jabrik, mengenakan hem merah itu Rizky. Dengan siapa dia? Bukan Jasmine, melainkan Flo.
Sudah 2kali Kevin
memergoki Rizky
jalan dengan Flo. Entah apa tanggapan Jasmine mendgar berita ini, yg jelas Kevin segera mengeluarkan iPhonenya dan mengirim sms pd Jasmine, gadis yg sangat ia
cintai.
To: Jasmine Fortunata
“Jasmine, bisa ga kita
ketemuan? Ada yg pingin gua omonginnih
sma lo.”
Dgn cepat Kevin
mengetik sms itu pada Jasmine.
-Pesan terkirim-
Kevin masih
mengintip Rizky dan Flo yg asik berduaan, sambil menunggui balasan dari Jasmine. Sms pun dibalas oleh Jasmine..
From: Jasmine Fortunata
“Boleh. Dimana?”
Balas
To: Jasmine Fortunata
“Cafe Pizza’z.
Secepatnya!”
-pesan terkirim-
Tak sampai 20
menit, Jasmine benar datang. Kevin
menggamit Jasmine, di depan Cafe itu. Tempat Rizky
dan Flo berada. Jasmine menghampiri Kevin,
“Ada apa sih kev?’’ tanya Jasmine polos.
“Liat deh,’’
ucap Kevin
menunjuk ke arah Rizky
& Flo.
Kali ini berpelukan..
“Itu bukan Rizky kan?’’ ujar Jasmine
tak percaya
“Iya, itu Rizky..” balas Kevin. Jasmine pun tak dapat
membendung air matanya. Ia berlari keluar dari Mall dan segera dikejar oleh Kevin.
Jasmine pun menyebrang jalan tanpa melihat kanan-kirinya.. dan, mobil Honda Jazz putih dari arah kiri
berkecepatan tinggi itu tak dapat mengerem... Tiiinnn!!! Klakson mobil itu membuat
pecah gendang telinga Jasmine, dan dalam sekejap, Brukk!! Jasmine tertabrak mobil berwarna putih itu. Darah bercucuran.. belasan org pun mengerubungi Jasmine. Membuat Kevin yg menyaksikan
kejadian itu jadi histeris..
“Jasmine!!!’’ seru Kevin sembari menuju ke TKP.
Dipangkunya kepala Jasmine di pahanya,
“Jasmine lo bertahan ya!! Siapa
yg udah panggil ambulance?’’ tanya Kevin cemas. Salah seorang pun menelpon ambulans....
“assalamualaikum..” ucap kevin dlm telepon saat menelpon Bunda Jasmine untuk mengabari
“assalamualaikum..” ucap kevin dlm telepon saat menelpon Bunda Jasmine untuk mengabari
“waalaikumsalam..
Ini nak Kevin ya? Ada apa yaa
kok tumben kamu telpon” Tanya Bunda Jasmine.
“Iya tante.
Tante, Jasmine kecelakaan, tante cepetan ke rumah sakit Permata Hati ya.’’ Jelas Kevin.
“astaghfirrullahaladziim..
iya nak, tante segera kesana..” tut.. tut.. tut.. Telpon pun mati.
Kevin menunggu di depan
ruangan Jasmine. Ia menunggu penuh kesabaran.. menununggui org tercintanya yg sedang
kritis didalam.. Tuhan, oh tuhan. Mengapa ini terjadi? Tak sanggup aku melihat
ia terbaring koma di ranjang itu. Hanya ia yg ku sayang & ku kira ia akan
bahagia dgn org yg ia sayang, namun mengapa jadi begini? Curhatan Kevin dalam hatinya. Membuat
air mata deras mengalir di pipinya..
“Kevin!!!” panggil Bunda Jasmine,
datang sambil langkah tergopoh
“tante?’’ balas Kevin. Bunda Jasmine tersenyum
sedikit, lalu mengintip ke arah ruangan Jasmine. Disandarkannya tubuh kurusnya di kursi, duduk di samping Kevin. Mereka berdua sangat gelisah..
“Kamu sudah
ngabarin Rizky?’’
tanya Bunda Jasmine.
“gak, tan. Gak
akan. Karena Rizky
yang udah bikin Jasmine kayak gini, Rizky selingkuh!” ungkap Kevin, membuat Bunda Jasmine tercengang..
“bisa bertemu
dgn ibunda dari Jasmine?” ujar dokter sambil keluar dari ruangan.
“Bisa bisa. Saya
dok!” jawab Bunda Jasmine sambil mengikuti dokter ke ruangannya. Kevin pun mengintip ruangan jasmine. Gadis manis itu
tergeletak lemah di ranjang rumah sakit. Tangannya diinfus, kepalanya di perban
dan.. Oh tuhan! Kakinya diperban, sepertinya terjadi luka serius di kaki Jasmine. Batin Kevin..
Seorang suster
keluar dari kamar Kevin, dan menepuk bahu Kevin
yang terus-terusan berdoa..
“Kamu yg namanya
Kevin? Jasmine ingin bertemu.” Tutur
si suster. Kevin
pun memasuki kamar Jasmine.
“Kev..” panggil Jasmine. kevin pun duduk di samping jasmine..
“Iya, kamu
baik-baik aja kan?’’ tanya kevin.
“iya gw baik
baik aja. Makasih ya, entah kalo gak
ada lo.. nasib gue udah kaya gimana.” Ucap Jasmine lirih.
“Iya. Gue seneng kok kalo lo udah baikan..” kata Kevin tersenyum.
“Maafin gue ya.
Gue bener bener nyesel pacaran sama Kevin. Bener apa kata lo, gue gak nggubris kata kata lo, jadi kaya gini
dehh.” Ujar Jasmine, membuat senyum Kevin
mengembang.
“iya.. gue maafin kok J”
kata Kevin
terpotong, karena melihat kedatangan Rizky
dan Flo yg tiba-tiba masuk kamar Jasmine..
“Jasmine? Ko bisa kaya gini
sihh?! Aduuhh, kasihan bgt sih lo, La. Hmmm, kaki lo kenapa ?” tanya Rizky seakan merendahkan Jasmine.
“Gue pincang
seumur hidup,” kata Jasmine bersedih.
“Apa? Pincang?
Gue gak mungkin dong pacaran sama
cewek
cacat kayak lo. Jadi.. kita putus aja ya? Gue pun udah punya Flo yg lebih cantik,
sempurna. Lo bisa kok jadian sama Kevin, yg lebih tulus dan perhatian sma lo.” Terang Rizky, membuat hati Jasmine remuk.
“gue juga nyesel
jadi pacar lo! Pergi lo!’’ usir Jasmine
pada Rizky dan Flo
“Jasmine
sabar,, sabar..” Ujar Kevin menenangkan jasmine. Rizky pun meninggalkan
mereka..
“gue gak yakin
ada cowok
yg mau sama gue.. keadaan gue kaya gni..” kata Jasmine sendu, sambil menangis.
“Jasmine? Lo bilang apa sih?
Cinta itu gak harus memandang fisik seseorang,Cinta tak harus memiliki dgn
utuh, tak harus sempurna! biar kamu cacat.. aku tau kamu orgnya tulus dan
setia.” Kata Kevin membangun
semangat Jasmine.
“trus siapa yg
mau sama gue?” tanya jasmine menghapus air matanya
“gue’’ balas Kevin sambil menahan
senyumnya. Jasmine tercengang dan tersenyum tipis. Ia memeluk kevin,
“Gue juga mau sama lo, kev! Gue tau Cuma lo, cowo baik-baik yg bisa ngertiin
gue Kev” ujar thella. Kevin pun mencium kening Jasmine..
The End

0 komentar:
Posting Komentar